Archive by Author |

Monolog Kaisa

cerita ini adalah fiksiografi sederhana dari lagu “Tears” oleh Ensiferum.

(Tribun Jabar, 20 Mei 2012)

Ensifera, kutunggu kau di tengah kesunyian hutan ini, di jalan setapak milik para pengembara, jalan berbatu di tengah hutan yang menyimpan jejak-jejak pejuang Skandinavia.

Continue reading

Sepanjang Aliran Sungai

(Koran Tempo, 13 Mei 2012)

Bayangkan dirimu adalah aliran sungai, dan pada sebuah sore hari, kau berkelok di sebuah hutan tak bernama, di antara baris pepohonan yang memandangmu enggan, menjatuhkan daun-daunnya di permukaanmu, juga angin dingin yang membentuk riak kecil di tubuhmu, bersama bebatuan hitam yang telah lebih dulu menghuni dasarmu.

Continue reading

Sebelum St. Andrews, Malam Nanti

(Lampung Post, 29 April 2012)

Sebelum St. Andrews, malam nanti, telah kutaburkan seribu alarm di langit Birmingham yang bersalju untuk memastikan bahwa wajahmu adalah kenyataan, seperti lalu-lalang kenangan di sela pertokoan, seperti ruap aroma makan malam yang terlempar dari sudut-sudut restoran. Dan pastikan gaunmu bisa merancang zona waktu, sebab pertemuan kita adalah estafet perjalanan, etape-etape terpisah dari tempat-tempat yang telah lama diam.

Continue reading

Sebungkus Kenangan di Carrow Road

(Suara Merdeka, 25 Maret 2012)

Di kota Norwich yang pendiam, orang-orang berjalan di sepanjang Carrow Road, menyaksikan bagaimana kehidupan begitu ringan seperti daun-daun mapel yang dilepaskan tangkainya, berserakan bersama biji-bijian yang dipungut paruh merpati. Tiang lampu dengan ujung melengkung tertanam di sepanjang trotoar, disela oleh bangku-bangku yang saling berhadapan satu sama lain, seperti saling memandang namun tak mampu bercakap-cakap.

Continue reading