Sihir Mimpi

(Tribun Jabar, 4 Desember 2011)

Mata lelaki itu mulai memerah, ibu tersengal, memegang gagang pintu, bersiap untuk lari. Tetapi lelaki itu bergerak lebih cepat, dia melompat dan menjambak rambut ibu. Teriakan lantas menggema, erangan, jeritan, bercampur baur dengan desis udara malam di ruangan remang itu. Malam sepertinya telah begitu larut, teriakan ibu mengendap pada dinding lembab dan lantai yang retak. Ibu meronta, namun cengkeraman itu justru kian erat. Sesaat kemudian, lelaki itu tertawa, wajah menyala menampakkan senyuman legam. Sebuah pisau diayunkan, kilatnya di udara seperti petir dalam riuh hujan…

More

Danau, Perahu, dan Dua Anak Kecil

(Koran Tempo, 4 Desember 2011)

2011
Danau Renville.
Sebuah perahu.
Angin musim–
gugur.

“AYO cepat naik!” ucap anak laki-laki itu kepada gadis kecil di dekatnya. Ia mengulurkan tangannya.

“Apa tidak berbahaya?”

“Sudah, tidak apa-apa. Kan ada aku.”

More

Fortifikasi Keheningan

(Lampung Post, 18 September 2011)

AKU memasuki sebuah lorong panjang. Sebuah lorong yang menjadi semacam pembatas antara masa lalu dan masa depan.

More

Kebun Surga

(Kedaulatan Rakyat, 4 September 2011)

Seorang saudagar bermimpi menemukan sebuah kebun yang kesuburannya melebihi semua lahan yang ia miliki selama ini. Kebun itu dilindungi oleh barisan pepohonan, juga lengkung perbukitan di kejauhan. Ada banyak buah dan sayuran yang tumbuh di kebun itu, dan semuanya tampak segar dan amat terawat.

More

Biografi Kunang-kunang

(Kompas, 3 Juli 2011)

Pada malam hari, ibumu akan menjadi kunang-kunang, terbang ke hamparan bunga-bunga, ke sepanjang jalan, menelusuri remang cahaya, hinggap di daun-daun, berteduh dari embun, lalu terbang lagi, ke atap rumah, ke tiang listrik, ke bawah jembatan. Ibumu menjadi kunang-kunang sepanjang malam, mencari kamu yang sudah lama hilang.

More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.